<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508</id><updated>2011-08-19T23:06:21.045-07:00</updated><category term='Entrepreneur'/><category term='Experience'/><category term='Taiwan'/><title type='text'>(^_^) L-A-I-N-A's BLoG (*_*)</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-5931938316748369761</id><published>2010-11-08T22:12:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T23:20:26.058-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taiwan'/><title type='text'>Taiwan Higher Education Expo 2010</title><content type='html'>&lt;style type="text/css"&gt;p { margin-bottom: 0.08in; }&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TNjxKqvZwCI/AAAAAAAAAJ4/R_yQVVTHfrM/s1600/09102010059.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TNjxKqvZwCI/AAAAAAAAAJ4/R_yQVVTHfrM/s320/09102010059.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Sejak 4  tahun terakhir  ini, telah banyak mahasiswa Aceh yang melanjutkan studi ke Taiwan. Bahkan pada Agustus 2010 kemarin, ada sekitar 33 mahasiswa Aceh yang  baru tiba di Taiwan untuk melanjutkan S2. Mereka adalah para penerima beasiswa pemerintah Aceh. Selain beasiswa pemerintah Aceh, ada juga beberapa yang menerima beasiswa langsung dari universitas di Taiwan.  &lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Pada awal Oktober 2010 lalu, sekitar 40 universitas terbaik di Taiwan bergabung untuk mengadakan &lt;i&gt;“Taiwan Higher Education Expo”&lt;/i&gt;  di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.  Acara tersebut berlangsung hanya sehari di gedung AAC  Universitas Syiah Kuala. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan universitas-universitas di Taiwan kepada  para siswa dan mahasiswa Aceh agar mereka tahu bagaimana cara melanjutkan kuliah ke Taiwan dan jenis beasiswa apa saja yang bisa mereka dapatkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Acara tersebut berlangsung sukses dan meriah dengan hadirnya ratusan siswa dan mahasiswa yang berada di sekitar Banda Aceh. Acara itu juga dihadiri oleh sebagian kecil guru yang mendampingi siswanya, orang  tua yang ingin mencari informasi untuk anaknya, dan masyarakat biasa.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Setiap stan universitas tersebut didampingi oleh seorang mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala yang bertujuan untuk menjadi penerjemah antara pihak universitas Taiwan dengan pengunjung yang tidak bisa berbahasa inggris. Mahasiswa-mahasiswa penerjemah tersebut berasal dari MIPA Matematika dan Teknik Arsitek.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Saya juga menjadi salah satu penerjemah dalam expo ini. Saya membantu stan &lt;i&gt;“University entrance committee for overseas chinese student Taiwan” &lt;/i&gt;. Stan ini bukan universitas tetapi komunitas yang akan membantu siswa cina yang berada di luar Taiwan untuk melanjutkan studi ke Taiwan. Jadi stan  ini ditujukan khusus untuk siswa atau mahasiswa cina. Oleh karena itu, brosur yang dibagikan pada stan ini serta situs komunitas ini menggunakan sepenuhnya bahasa mandarin. Saya rasa brosur tersebut kurang berguna di Aceh karena cina di Aceh tidak bisa berbahasa mandarin.&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;Semua pihak memandang positif acara ini, begitu pula dengan saya. Walaupun tidak semua siswa/mahasiswa ingin melanjutkan studi ke Taiwan, minimal mereka punya kesempatan untuk berjumpa dengan orang-orang berpendidikan yang berasal dari luar negeri. Kesempatan tersebut sangat susah kita rasakan karena acara seperti ini masih sangat jarang dilaksanakan di Aceh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TNjzvQ0F21I/AAAAAAAAAJ8/VX2g4a6cNSA/s1600/aa.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TNjzvQ0F21I/AAAAAAAAAJ8/VX2g4a6cNSA/s320/aa.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="JUSTIFY" style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-5931938316748369761?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/5931938316748369761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=5931938316748369761' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/5931938316748369761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/5931938316748369761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2010/11/taiwan-higher-education-expo-2010.html' title='Taiwan Higher Education Expo 2010'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TNjxKqvZwCI/AAAAAAAAAJ4/R_yQVVTHfrM/s72-c/09102010059.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-8853561790126480151</id><published>2010-09-13T22:51:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T00:52:00.193-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taiwan'/><title type='text'>Idul Fitri dan Minggu Terakhir di Taiwan</title><content type='html'>Bisa dikatakan kali ini adalah idul fitri terburuk seumur hidup saya. Tak terdengar takbir dimanapun, bahkan di mesjid besar sekalipun tak ada takbir di malam idul fitri. Hanya ada takbir menjelang salat idul fitri saja. Setelah salat idul fitri dan makan siang bersama dengan beberapa mahasiswa S2 yang baru datang dari Aceh, maka berakhir  pula lebaran saya kali ini. Itulah pengalaman saya di lebaran tahun ini.&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sebenarnya tak seburuk itu, karena masih ada Mahasiswa S3 dari Aceh, bang Ramzi Adriman, yang mengundang mahasiswa-mahasiswa dari Aceh untuk makan lontong di rumahnya, di Taichung (sekitar 3 jam dari Taipei).  Sebenarnya pergi ke sana di saat idul fitri sudah lama saya rencanakan, sekitar satu bulan yang lalu, tapi terpaksa saya meng-&lt;i&gt;cancel &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;rencana tersebut karena banyak sekali tugas yang harus saya selesaikan menjelang minggu terakhir magang di Taiwan ini. Saya yakin kalau pergi ke sana, lebaran kali ini juga tidak akan kalah serunya dibandingkan lebaran-lebaran sebelumnya di Aceh karena di sana akan banyak teman-teman senasib dari Aceh. Tapi keputusan itu telah saya pertimbangkan matang-matang, tujuan saya ke Taiwan ini untuk magang, jadi apapun alasannya tugas-tugas magang harus dinomor satukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Malam idul fitri saya menginap di asrama perempuan NTUST (National Taiwan University Science and Technology) yang lumayan dekat dengan mesjid besar dibandingkan dengan rumah saya. Saya telah mengenal banyak mahasiswi dari Indonesia yang belajar di sana. Pagi idul fitri kami semua mendayung sepeda menuju mesjid. Itulah pertama kalinya saya mendayung sepeda lagi setelah tamat dari SD. Waktu masih SD dulu, mendayung sepeda memang &lt;/span&gt;&lt;i&gt;hobby&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; saya, jadi tidak sulit untuk melakukannya lagi di kota Taipei ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Hari Selasa ini saya harus mempresentasikan apa yang telah saya pelajari selama magang di sini di depan profesor dan semua anggota OSSF (Open Source Software Foundry). Jadi di akhir pekan kemarin (1, 2, 3 Syawal), saya kejar &lt;/span&gt;&lt;i&gt;deadline&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; menyelesaikan semua tugas-tugas yang telah diberikan pembimbing lapangan, kemudian membuat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;slide&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; presentasi, dan latihan presentasi beberapa kali. Selain itu juga di akhir pekan ini saya akan mengikuti ICOS (International Conference on Open Source) 2010 di Kaohsiung (paling bawah Taiwan, kalau Taipei paling atas). Di sana saya dan teman saya akan mempresentasikan tentang kerja sama antara Taiwan dan Aceh selama ini dan harapan untuk ke depan. Jadi buat mahasiswi yang masih amatiran dalam hal presentasi di konferensi internasional seperti saya, butuh waktu beberapa hari untuk mempersiapkan segalanya. Oleh karena itu saya terpaksa tidak bisa merayakan lebaran dengan sewajarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Hanya ingin menyemangati teman-teman:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Apapun yang ingin kalian capai InsyaALLAH pasti ada jalan untuk mencapainya, yang penting "percaya diri" dan "semangat". Saya cuma mahasiswi biasa dengan kemampuan biasa, tapi saya punya modal "percaya diri" dan "semangat" untuk mewujudkan mimpi saya. Di sekitar kita pasti banyak orang-orang yang jauh kebih pintar dari kita, tapi belum tentu mereka percaya diri untuk mengikuti setiap kompetisi.  Setiap kesempatan coba saja, setiap kompetisi ikuti saja, kalau tidak menang apa ruginya. Hampir semua orang (termasuk saya) sering sekali membuang-buang kesempatan: kesempatan memenangkan berbagai macam lomba,  kesempatan belajar keluar negeri, serta kesempatan sukses dalam berbagai hal. Berdoa dan usaha itu memang cara pokok meraih mimpi, dan harus ditambah lagi dengan "percaya diri" dan "semangat" agar cita-cita dan ambisimu makin cepat terwujud, InsyaALLAH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Di NTUST, siap-siap mendayung sepeda menuju mesjid &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI8yw_QUeFI/AAAAAAAAAJQ/oG1DuzBELYI/s1600/IMG_0750.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI8yw_QUeFI/AAAAAAAAAJQ/oG1DuzBELYI/s400/IMG_0750.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI8y6j_duFI/AAAAAAAAAJY/HIl7mmQrerU/s1600/IMG_0751.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI8y6j_duFI/AAAAAAAAAJY/HIl7mmQrerU/s400/IMG_0751.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Presentasi hasil magang di&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; OSSF (Open Source Software Foundry)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI8z9v9twmI/AAAAAAAAAJg/8eYza98qmg4/s1600/IMG_0752.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI8z9v9twmI/AAAAAAAAAJg/8eYza98qmg4/s400/IMG_0752.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI80BWUNt-I/AAAAAAAAAJo/oMa9je2ypVo/s1600/IMG_0756.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI80BWUNt-I/AAAAAAAAAJo/oMa9je2ypVo/s400/IMG_0756.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI80GrtPucI/AAAAAAAAAJw/DYyhGl2pn3o/s1600/IMG_0764.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://3.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI80GrtPucI/AAAAAAAAAJw/DYyhGl2pn3o/s400/IMG_0764.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-8853561790126480151?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/8853561790126480151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=8853561790126480151' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/8853561790126480151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/8853561790126480151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2010/09/idul-fitri-dan-minggu-terakhir-di.html' title='Idul Fitri dan Minggu Terakhir di Taiwan'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TI8yw_QUeFI/AAAAAAAAAJQ/oG1DuzBELYI/s72-c/IMG_0750.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-9068212952739869860</id><published>2010-09-02T00:17:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T00:47:36.094-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taiwan'/><title type='text'>Kisah Sedih Di Mesjid Besar Taipei</title><content type='html'>&lt;style type="text/css"&gt;&lt;span id="goog_379582653"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_379582654"&gt;&lt;/span&gt;p { margin-bottom: 0.08in; }&lt;/style&gt;   &lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Kamis lalu, seperti hari-hari ramadan sebelumnya, saya berbuka puasa di mesjid besar Taipei. Awalnya saya pikir semakin hari saya akan semakin cocok dengan makanan di sini, tapi ternyata semakin jenuh saja. Setiap buka puasa hanya sanggup makan buah dan minum air saja di sini. Apalagi hari itu, sama sekali tidak ingin makan nasi di sana. Tapi kalau tidak makan, seluruh penghuni meja akan bertanya-tanya dan menyuruh saya makan. Oleh karena itu, walaupun tak berselera tetap saya mengambil sedikit nasi dan sepotong ayam, lalu saya masukkan ke dalam mangkuk, berharap mereka tidak akan memperhatikan saya lagi. Sebenarnya perut yang lapar ini sangat membutuhkan nasi itu, tapi lidah dan hidung ini tidak tahan dengan rasa dan baunya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ketika makan malam selesai, orang-orang membereskan meja dan membawa mangkuk masing-masing ke belakang. Saya juga akan melakukan hal yang sama. Tetapi seorang  ibu-ibu melihat saya menyisakan makanan di piring. Dengan muka yang sangat serius dia menunjuk ke arah mangkuk saya sambil marah-marah dalam bahasa mandarin. Saya tau maksud dia adalah saya harus menghabiskan makanan itu, karena orang di sini sangat tidak suka membuang-buang makanan. Melihat ibu itu tidak berhenti-henti memarahi saya, saya ingin sekali menghabiskan makanan itu, tapi saya benar-benar sudah tak sanggup. Saya yakin jika saya paksa malah akan muntah. Lalu saya biarkan ibu itu dan saya pergi ke belakang untuk menaruh mangkuk tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sesampai di belakang, ketika ingin meletakkan mangkuk , seorang kakek-kakek kembali mengeluh dengan makanan yang saya sisakan dalam mangkuk itu. Saya segera kabur karena tidak ingin dimarahi panjang lebar. Kakek itu adalah orang yang selalu azan di mesjid besar. Suaranya sangat khas hingga membuat mesjid besar ini memiliki azan yang sangat unik yang akan membuat kita tertawa saat awal-awal mendengarnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Akhirnya saya keluar dari ruang makan dengan keadaan lapar dan mata berkaca-kaca karena dimarahi oleh dua orang tadi. Melihat hal itu teman-teman mahasiswi Indonesia yang juga sering berbuka puasa di  sana mendekati saya dan menanyakan apa yang terjadi. Dengan sedikit emosi saya menjawab: “Gakkan mau buka puasa di sini lagi.....&lt;i&gt;bla&lt;/i&gt;.&lt;i&gt;....bla&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;...&lt;/span&gt;&lt;i&gt;..bla.....”.&lt;/i&gt; Setelah mendengar itu, mereka mencoba menghibur saya. Mereka masing-masing bercerita tentang kisah mereka dimarah-marahi juga saat pertama-tama datang kemari. Ada yang dimarahi karena ambil 2 mangkuk, ada karena menandai kursi buat kawan yang belum datang, ada yang karena posisi duduk, dan sebagainya. Ternyata orang di sini memang suka sekali protes langsung kalau ada hal-hal yang tidak sependapat dengan dia, tanpa memikirkan perasaan kita. Menurut cerita mereka, tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun dimarahin dengan sangat keras ketika mereka membuat keributan. Ya saya lihat sendiri di jalan-jalan bahwa mereka sangat keras mendidik anaknya. Mereka tidak segan menampar anak yang masih dibawah umur jika anak tersebut nakal. Sebenarnya mereka orang-orang yang baik, memang sudah gaya hidupnya seperti itu, jadi kita tidak perlu memasukkan ke hati. Setelah memarahi kita, mereka juga langsung lupa, kita saja yang teringat-ingat terus. Nasehat-nasehat dari mereka itu cukup menghibur saya.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sudah seminggu saya tidak berbuka di mesjid besar. Selama seminggu terakhir ini saya berbuka dan sahur dengan &lt;i&gt;fastfood&lt;/i&gt; seperti KFC, &lt;i&gt;PizzaHut, Mos Burger, &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Mc&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Donald&lt;/i&gt; yang cukup mudah ditemui di seputaran rumah saya. Ingin sekali makan nasi, tapi sangat sulit mendapatkannya di sekitar sini. Ya kalau sangat kepingin sekali, saya pergi ke rumah makan Indonesia yang berlokasi sangat jauh dari rumah. Anehnya, setelah makan nasi saya selalu memuntahkannya kembali, mungkin cacing di dalam perut sudah &lt;i&gt;ngambek &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;karena jarang diberi nasi. Hanya mie &lt;/span&gt;&lt;i&gt;instant&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;fastfood &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;yang mau bertahan ditubuh ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Dengan kondisi makanan yang seperti itu, Alhamdulillah sekali tubuh ini masih sangat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;ok&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; untuk beraktifitas. Ini semua berkat doa dari orang tua, dosen-dosen, dan teman-teman tentunya. Kalau di kampung halaman, dengan kondisi makanan seperti ini mungkin sudah terbaring saja di kasur. Memang ketika kita keluar dari &lt;/span&gt;&lt;i&gt;comfort zone&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;, kekuatan dan kemampuan kita akan berlipat ganda sampai di luar dugaan kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Itulah salah satu cerita sedih yang pernah saya alami. Hidup di sini ada susahnya, ada sedihnya, tapi banyak juga bahagianya. Menurut pembimbing saya, Dr. Taufik Fuadi Abidin, yang susah-susah itu harus di ceritakan untuk orang-orang yang akan pergi ke luar negeri agar mereka mempersiapkan dengan baik, tapi yang senang-senang tidak perlu, biar mereka rasakan sendiri.  Jadi yang senang-senang yang telah saya rasakan tidak perlu diceritakan ya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Di saat sulit sekalipun, tidak pernah ada kata menyesal telah pergi menuntut ilmu ke negeri Cina ini. Semakin hari semakin betah saja di sini. Apalagi kini sudah punya banyak teman dan sudah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;familiar&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; dengan kota Taipei ini. Kemana-mana sudah berani sendiri dan sudah tidak tersesat lagi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;~ &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Happy Ending&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;&amp;nbsp;  ~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large; font-style: normal;"&gt;Ketika ku berjalan mengejar mimpi yang indah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TH9VEiB-SGI/AAAAAAAAAIY/YK_ffPMOqcM/s1600/IMG_0317.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TH9VEiB-SGI/AAAAAAAAAIY/YK_ffPMOqcM/s400/IMG_0317.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large; font-style: normal;"&gt;sesekali ku terjatuh :-(&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TH9ULgFwtqI/AAAAAAAAAIQ/8jyGOr_rGew/s1600/IMG_0322.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TH9ULgFwtqI/AAAAAAAAAIQ/8jyGOr_rGew/s400/IMG_0322.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large; font-style: normal;"&gt;tapi ku coba untuk melompat lebih tinggi, SEMANGAT!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TH9UByAtusI/AAAAAAAAAII/Yv324XcwP1o/s1600/IMG_0321.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TH9UByAtusI/AAAAAAAAAII/Yv324XcwP1o/s400/IMG_0321.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&amp;nbsp;hingga suatu hari ku bisa setinggi dan bersinar seperti 101 Building, NEVER GIVE UP!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TH9aL8lk3SI/AAAAAAAAAIo/xNKP-76DWlg/s1600/18861_229670183380_646048380_3105720_2794355_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="375" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TH9aL8lk3SI/AAAAAAAAAIo/xNKP-76DWlg/s400/18861_229670183380_646048380_3105720_2794355_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-9068212952739869860?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/9068212952739869860/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=9068212952739869860' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/9068212952739869860'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/9068212952739869860'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2010/09/kisah-sedih-di-mesjid-besar-taipei.html' title='Kisah Sedih Di Mesjid Besar Taipei'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TH9VEiB-SGI/AAAAAAAAAIY/YK_ffPMOqcM/s72-c/IMG_0317.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-4266122315149976575</id><published>2010-08-17T18:26:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T00:38:12.274-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taiwan'/><title type='text'>Special Ramadan in Taiwan</title><content type='html'>Ramadan 1431 H ini merupakan ramadan paling spesial bagi saya. Ramadan tahun ini merupakan pertama kalinya saya jalani tanpa keluarga, bahkan bukan di negeri sendiri. Dari sahur hingga berbuka, semua jauh berbeda dengan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya untuk bangun sahur saja, orang tua saya harus membangunkan saya sampai 3 kali bolak-balik, sampai 3 orang gonta-ganti mencoba membangunkan. Setelah itu saya tinggal makan apa yang telah terhidang di meja, yang pasti lauk kesukaan saya “sie asam keueng” harus ada di awal-awal ramadan untuk menggugah selera makan sahur. Tapi di ramadan yang sangat spesial kali ini saya harus mampu bangun sahur sendiri, menyiapkan makanan sendiri, dan pasti makan pun sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat saya tinggal tidak ada dapur. Saya hanya punya &lt;i&gt;ricecooker&lt;/i&gt; di kamar, jadi untuk nasi tidak ada masalah. Untuk lauknya kadang-kadang saya beli dari restoran Indonesia yang sangat jauh, kadang-kadang dengan mie &lt;i&gt;instant&lt;/i&gt; yang hanya diseduh dengan air panas karena tak punya kompor. Pernah juga suatu sahur, karena terlalu &lt;i&gt;enek&lt;/i&gt; dengan mie &lt;i&gt;instant&lt;/i&gt;, saya tidak makan nasi, cuma minum coca cola, milo, &lt;i&gt;orange juice &lt;/i&gt;sampai perut ini gembung dengan air. Alhamdulillah puasa saya tetap berjalan dengan lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari sekitar jam 5 saya keluar dari kantor menaiki bus  menuju mesjid besar untuk berbuka puasa bersama dan gratis. Sebenarnya bukan gratisnya yang saya kejar, tapi halalnya. Walaupun menempuh perjalanan 1 jam (bus + jalan kaki), tetap setiap hari saya harus kemari untuk mencari makanan yang terjamin halalnya. Ongkos bus PP sebenarnya juga sudah cukup untuk sekali makan, tapi bingung harus makan dimana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mesjid ada makanan pembuka di awal dan makanan berat sesudah salat magrib. Untuk makanan pembuka mirip dengan budaya di Aceh, ada minuman, kolak, bubur, buah-buahan dan kue-kue. Semua kalau di Aceh kue-kue itu manis, tapi di sini hambar tanpa gula. Bahkan tehnya terasa sangat pahit di lidah. Oleh karena itu saya selalu membawa sendiri minuman kemasan yang rasanya manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah salat magrib, menu yang dihidangkan adalah nasi beserta lauk-pauk yang banyak dan lengkap. Ada sayur beraneka macam, ayam, daging sapi, mie, acar, dan lain-lain. Lagi-lagi lidah saya tak mau bersahabat dengab makanan di sini. Di hari pertama saya cuma sanggup makan nasi hanya 2 sumpit, tapi beberapa hari kemudian sudah agak cocok dan sanggup makan sampai kenyang. Ya Allah, benar-benar ramadan kali ini semakin spesial, semua hal yang terjadi tak terduga dan tak terbayangkan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah buka puasa selesai, saya duduk di luar mesjid untuk ngobrol dengan orang-orang Indonesia sambil menunggu waktu isya dan tarawih. Di mesjid ini saya bertemu dengan banyak kenalan baru. Walaupun baru kenal, saya merasa mereka sudah tidak asing lagi, maklumlah sesama muslim Indonesia terasa seperti saudara kalau lagi di luar negeri, betul seperti kata orang-orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini ceramah tarawihnya sebelum azan isya, jadi ketika azan langsung salat isya dan tarawih tanpa ada jeda lagi untuk ceramah. Ceramahnya yang pasti bahasa Mandarin, jadi mau dengar atau tidur sama saja. Di mesjid ini salat tarawihnya 20 rakaat, tapi dikebut setengah mati cepatnya oleh bapak imam. Jadi  jam  9 lewat 15 sudah selesai rangkaian acara di mesjid ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah hari-hari yang saya lewati di awal ramadan ini. Yang awalnya terasa sangat berat tapi semakin hari semakin mudah dan indah untuk di jalani. Saya memang rindu dengan segala kenyamanan yang saya dapatkan di Aceh. Tapi saya sangat bahagia dan merasa beruntung dapat melewati ramadan paling spesial  yang baru bisa saya rasakan ketika berumur 21 tahun ini. Saya yakin setelah hijrah ini saya akan lebih dewasa dan lebih siap untuk menghadapi rintangan di perjalanan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGs2YLmAIbI/AAAAAAAAAHk/6lqEVZ35krU/s1600/IMG_0164.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGs2YLmAIbI/AAAAAAAAAHk/6lqEVZ35krU/s320/IMG_0164.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGs2aFFngMI/AAAAAAAAAHo/lI6dI66J-jQ/s1600/IMG_0167.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGs2aFFngMI/AAAAAAAAAHo/lI6dI66J-jQ/s320/IMG_0167.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGs2bzxKwtI/AAAAAAAAAHs/tJOY5CZTb5s/s1600/IMG_0169.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGs2bzxKwtI/AAAAAAAAAHs/tJOY5CZTb5s/s320/IMG_0169.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-4266122315149976575?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/4266122315149976575/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=4266122315149976575' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/4266122315149976575'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/4266122315149976575'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2010/08/special-ramadan-in-taiwan.html' title='Special Ramadan in Taiwan'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGs2YLmAIbI/AAAAAAAAAHk/6lqEVZ35krU/s72-c/IMG_0164.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-5391879785129270701</id><published>2010-08-17T18:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T22:49:41.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taiwan'/><title type='text'>Sahana Camp</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;a href="http://www.sahanafoundation.org/Sahana-Taiwan-Forum" title="Taiwan Sahana Development Forum and SahanaCamp July 30-August 3, 2010"&gt;Taiwan Sahana Development Forum and SahanaCamp July 30-August 3, 2010&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGtp04pOeQI/AAAAAAAAAH4/iKQ44F7k8y0/s1600/IMG_0291.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGtp04pOeQI/AAAAAAAAAH4/iKQ44F7k8y0/s320/IMG_0291.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGtpW9Fd9aI/AAAAAAAAAHw/JQBwn4E4ccI/s1600/IMG_0245.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGtpW9Fd9aI/AAAAAAAAAHw/JQBwn4E4ccI/s320/IMG_0245.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGtpZO_FuAI/AAAAAAAAAH0/AKB-cnPuURE/s1600/IMG_0289.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="179" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGtpZO_FuAI/AAAAAAAAAH0/AKB-cnPuURE/s320/IMG_0289.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-5391879785129270701?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.sahanafoundation.org/' title='Sahana Camp'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/5391879785129270701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=5391879785129270701' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/5391879785129270701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/5391879785129270701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2010/08/sahana-camp.html' title='Sahana Camp'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TGtp04pOeQI/AAAAAAAAAH4/iKQ44F7k8y0/s72-c/IMG_0291.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-484262296909129047</id><published>2010-07-29T18:30:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T00:31:47.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taiwan'/><title type='text'>The Fifth Day in Taiwan</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="CONTENT-TYPE"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;title&gt;&lt;/title&gt; 	&lt;meta content="OpenOffice.org 3.2  (Linux)" name="GENERATOR"&gt;&lt;/meta&gt; 	&lt;style type="text/css"&gt;	&lt;!--		@page { margin: 0.79in }		P { margin-bottom: 0.08in }	--&gt;&lt;/style&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Hari ini adalah hari pertama saya bisa merasakan suasana &lt;i&gt;summer&lt;/i&gt; di Taiwan. Cuacanya panas, tapi tidak membuat kulit perih. Gadis-gadis di sini memakai payung untuk melindungi kulitnya dari matahari. Tapi hari ini saya  tidak membawa payung karena biasanya tidak panas. Di dalam tas hanya ada handuk kecil dan kaca mata &lt;i&gt;riben&lt;/i&gt;, saya menggunakan itu untuk melindungi wajah dan mata saya. Di sini kita bebas berekspresi, tak ada yang saling melihat satu dengan lainnya. Jadi kita akan &lt;i&gt;pede &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;bergaya gimana pun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Suasana di halaman Sinica ini sangat indah, banyak taman,  banyak pohon, ada kolam, ada monumen-monumen, banyak tempat duduk/beristirahat, dan bahkan  di samping kantor ada hutan yang sangat indah. Berjalan-jalan di seputar sini dapat menghilangkan rasa penat setelah seharian di depan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;laptop&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Diruangan OSSF (tempat saya magang) juga sangat unik. Banyak boneka-boneka dan mainan-mainan ditata di ruangan ini, tapi semua bertuliskan hal-hal yang berbau IT. Saya benar-benar sangat betah berada di kantor ini. Setiap hari saya selalu datang sebelum jam 9 dan selalu pulang jam 5 lewat, walaupun itu melebihi jam kerja saya. &lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Sangat terbalik dengan suasana di asrama saya. Di sana saya sangat kesepian. Tak ada kawan ngobrol. Semua penghuni asrama ini berada di kamarnya masing-masing. Teman di asrama saya yang bernama Maxine juga berkerja &lt;/span&gt;&lt;i&gt;partime &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;di&lt;/span&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Sinica. Tapi dia selalu datang ke Sinica siang hari dan pulang malam hari. Sebelum itu dia bekerja di tempat lain dan selalu keluar rumah jam 5 pagi. Jadi kami tidak akan pernah bisa pergi atau pulang kantor bersama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Setiap hari saya pergi dan pulang kantor menaiki bus sendirian. Bus yang bisa saya naiki dari Kunyang (rumah saya) ke Sinica ada 3 nomor yaitu : 25, 212, dan 270. Jadi sebelum naik, saya harus cek nomornya dulu. Membayar bus atau MRT cukup dengan menempelkan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;EasyCard&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;  pada mesin. Semua serba praktis di sini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;Saat pulang ke rumah, di dalam bus saya selalu dapat melihat 101 &lt;/span&gt;&lt;i&gt;building&lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt; yang katanya gedung tertinggi di Asia dan ke-2 tinggi di dunia. Saya belum pernah ke sana, tapi pasti saya akan pergi ke sana dalam waktu dekat ini. Di jalan menuju ke rumah juga kembali gerimis turun. Ternyata &lt;/span&gt;&lt;i&gt;summer &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;juga ada gerimisnya ya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFIrIBTCZcI/AAAAAAAAAG8/y-aWwTBYCgk/s1600/IMG_0129.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFIrIBTCZcI/AAAAAAAAAG8/y-aWwTBYCgk/s1600/IMG_0129.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFIrIBTCZcI/AAAAAAAAAG8/y-aWwTBYCgk/s320/IMG_0129.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFIrCe7FXJI/AAAAAAAAAG0/DIsluW6zKXE/s1600/IMG_0124.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFIrCe7FXJI/AAAAAAAAAG0/DIsluW6zKXE/s320/IMG_0124.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFIq9DsGOmI/AAAAAAAAAGs/AHMLTpbYInk/s1600/IMG_0112.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFIq9DsGOmI/AAAAAAAAAGs/AHMLTpbYInk/s320/IMG_0112.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFIqvMk4odI/AAAAAAAAAGk/B-owBEY6e3w/s1600/IMG_0106.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFIqvMk4odI/AAAAAAAAAGk/B-owBEY6e3w/s320/IMG_0106.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-484262296909129047?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/484262296909129047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=484262296909129047' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/484262296909129047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/484262296909129047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2010/07/fifth-day-in-taiwan.html' title='The Fifth Day in Taiwan'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFIrIBTCZcI/AAAAAAAAAG8/y-aWwTBYCgk/s72-c/IMG_0129.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-479453221105219087</id><published>2010-07-28T20:28:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T00:25:41.503-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taiwan'/><title type='text'>The Fourth Day in Taiwan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFD18JXhgsI/AAAAAAAAAGc/nIC1LMcupnw/s1600/IMG_0864.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499165558674916034" src="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFD18JXhgsI/AAAAAAAAAGc/nIC1LMcupnw/s320/IMG_0864.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFD1x3QXduI/AAAAAAAAAGU/u2dDcQRrLgk/s1600/IMG_0853.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499165382014367458" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFD1x3QXduI/AAAAAAAAAGU/u2dDcQRrLgk/s320/IMG_0853.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFD1mNFavQI/AAAAAAAAAGM/5YejmtYKnfs/s1600/IMG_0842.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499165181715594498" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFD1mNFavQI/AAAAAAAAAGM/5YejmtYKnfs/s320/IMG_0842.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFD1O5HGg9I/AAAAAAAAAGE/2ot_Lo-K24A/s1600/IMG_0840.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499164781216957394" src="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFD1O5HGg9I/AAAAAAAAAGE/2ot_Lo-K24A/s320/IMG_0840.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya, teman saya, dan Mr. Marr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah 4 hari saya di Taiwan dalam rangka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;summer internship program&lt;/span&gt;. Tapi belum pernah merasakan cuaca panas yang seharusnya dirasakan di musim panas. Cuacanya jauh lebih dingin dibandingkan di Banda Aceh, bahkan kadang-kadang gerimis sedikit-sedikit. Menurut orang di sini, minggu ini memang tidak panas, tapi minggu lalu sebelum kami datang, cuacanya sangat panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Ally kembali mengajak saya makan siang. Benar-benar bukan waktu yang saya nantikan. Saya katakan pada Ally saya tidak perlu keluar untuk makan siang karena saya membawa bekal wafer dan buah. Ally bertanya apakah itu cukup untuk makan siang, saya menjawab cukup. Setiap hari ada saja masalah dengan makanan. Untuk ke depan saya tak perlu menceritakan lagi mengenai makanan, karena mungkin teman-teman juga sudah bosan membacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jam pulang kantor, Mr. Marr mengajak saya membeli nasi putih di restoran kantor. Nanti di rumah akan saya makan dengan rendang buatan mama saya yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alhamdulillah&lt;/span&gt; lolos di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;airport&lt;/span&gt; berkat kecerdikan saya. Untuk besok-besok sepulang kantor saya akan selalu membeli nasi putih dan akan saya makan dengan rendang. Minimal 1 kali sehari bisa makan nasi. Untuk pagi dan siang hari, saya akan makan buah atau pop mie atau wafer saja yang telah saya bawa dari Indonesia. Saya membawa bekal lumayan banyak dari Indonesia (takut kelaparan), sehingga berat koper saya lebih besar dari 30 kg. Untung teman saya tidak terlalu banyak membawa barang, sehingga saya tertolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari sekitar jam 12 malam, listrik di asrama saya padam. Wah saya sangat terkejut, saya pikir di sini tidak akan pernah merasakan mati lampu. Ternyata di Taiwan ada mati lampu juga lho, tapi sangat jarang. Tak ada persiapan apapun untuk suasana ini, tak ada lilin, tak ada senter. Terpaksa saya tidur cepat karena tak ada yang bisa saya lakukan di kegelapan ini. Buat saya tidur jam 12 malam sangat cepat, karena biasanya saya bekerja atau belajar di atas jam 12 malam. Setelah itu tidur sebentar dan bangun subuh, setelah subuh tidur lagi. Untuk kesehatan memang itu tidak baik, tapi sudah terbiasa dari SMA dulu. Di sini subuhnya jam 4 (sekitar jam 3 WIB) dan saya berangkat ke kantor jam 8.30. Sangat jauh jaraknya jika setelah subuh tidak tidur lagi, hehe.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-479453221105219087?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/479453221105219087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=479453221105219087' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/479453221105219087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/479453221105219087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2010/07/fourth-day-in-taiwan.html' title='The Fourth Day in Taiwan'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFD18JXhgsI/AAAAAAAAAGc/nIC1LMcupnw/s72-c/IMG_0864.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-2125612737366123305</id><published>2010-07-27T22:06:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T00:18:33.017-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taiwan'/><title type='text'>The Third Day in Taiwan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFDzAsIpkPI/AAAAAAAAAF0/G6ndecjcba8/s1600/IMG_0793.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499162338192363762" src="http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFDzAsIpkPI/AAAAAAAAAF0/G6ndecjcba8/s320/IMG_0793.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini adalah hari ke-2 kami magang di &lt;i&gt;Open Source Software Foundry&lt;/i&gt; (OSSF), IIS, Academia Sinica. Hari ini kami diperkenal dengan seluruh staf di OSSF berserta jabatan mereka di sini. Di sini juga terdapat beberapa karyawan &lt;i&gt;partime &lt;/i&gt;&lt;span style="font-style: normal;"&gt;dan ada 4 mahasiswa magang juga seperti kami, tapi mereka berasal dari universitas di Taiwan juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ketika jam makan siang, Ally dan Tim mengajak saya dan teman saya makan siang di restoran Academia Sinica. Ally adalah guru saya di sini dan Tim guru teman saya. Ally dan Tim adalah pasangan yang akan segera menikah. Sesampai di restoran saya mencoba melihat menu, wah ternyata makanan cina semua. Saya jadi tak berselera untuk memesan makanan. Mengingat pengalaman semalam, ketika pergi ke restoran cina bersama mahasiswa-mahasiswa Aceh, saya tak memakan sedikitpun makanan yang sudah saya pesan karena baunya yang sangat aneh. Jadi untuk siang ini, saya tidak akan melakukan kesalahan ke-2 kalinya dengan mencoba memesan makanan yang tidak saya suka.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Saya katakan pada Ally bahwa saya hanya ingin memesan buah. Ally mengatakan bahwa di restoran ini tidak ada buah. Kemudian Ally membawa saya ke jalan di belakang kantor untuk membeli beberapa buah. Dia sangat khawatir dengan saya karena hanya memakan buah untuk makan siang.  Tapi tak tau harus makan apa selain buah di tempat ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sudah dari semalam saya tak makan nasi, oleh karena itu sepulang kantor saya dan teman saya pergi ke rumah makan Duta Pertiwi dengan menempuh jalan yang sangat jauh untuk mencari nasi Indonesia. Kami menaiki bus, kemudian melanjutkan dengan menaiki MRT untuk menuju ke sana. Saya benar-benar puas makan di sini dan lokasinya pun dekat dengan mesjid sehingga kami dapat shalat magrib dan isya di sini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-2125612737366123305?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/2125612737366123305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=2125612737366123305' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/2125612737366123305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/2125612737366123305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2010/07/third-day-in-taiwan.html' title='The Third Day in Taiwan'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TFDzAsIpkPI/AAAAAAAAAF0/G6ndecjcba8/s72-c/IMG_0793.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-5184667870755838010</id><published>2010-07-27T02:19:00.000-07:00</published><updated>2010-10-14T00:15:36.522-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taiwan'/><title type='text'>The Second Day in Taiwan</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TE6nMmymv9I/AAAAAAAAAE0/Is4CuyUt3Kc/s1600/IMG_0039.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498516030079025106" src="http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TE6nMmymv9I/AAAAAAAAAE0/Is4CuyUt3Kc/s320/IMG_0039.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 180px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Hari ini adalah hari pertama saya dan teman saya masuk kerja. Kami harus bekerja dari hari Senin sampai Jum'at dan dari pukul 9 pagi sampai pukul 5 sore. Di sini kami belajar beberapa pemrograman dan software untuk membangun &lt;i&gt;website&lt;/i&gt;, tentunya menggunakan &lt;i&gt;opensource software,&lt;/i&gt; dan bekerja pada sistem operasi Linux Ubuntu. Hari ini kami diberikan laptop yang bisa kami gunakan dan bawa pulang selama magang di sini. Kami juga diberikan &lt;i&gt;t-shirt&lt;/i&gt;, alat-alat tulis, dan juga diperkenalkan semua fasilitas kantor yang bisa kami gunakan.  &lt;br /&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sepulang dari kantor kami menuju ke MRT &lt;i&gt;station&lt;/i&gt; untuk berjumpa dengan 3 orang mahasiswa Aceh dan 1 orang mahasiswa Jakarta yang belajar di Taiwan. Salah satu dari mereka adalah guru mandarin saya, namanya Neni. Kami diajak ke restoran, tempat &lt;i&gt;shopping&lt;/i&gt;, dan pusat kota dengan menaiki MRT (kereta bawah tanah).  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Saya tinggal di Kunyang, tempat itu seperti ruko-ruko yang ada di Peunayong, Banda Aceh. Bangunannya sangat mirip-mirip  sehingga sulit sekali membedakan yang satu dengan lainnya. Dari jalan raya menuju rumah saya juga memerlukan banyak belokan. Kebetulan di gerbang tempat saya tinggal ada sebuah poster wanita memakai baju senam, dengan gambar itulah saya bisa menandai rumah saya.  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Sepulang dari jalan-jalan dengan mahasiswa-mahasiswa Aceh itu saya tiba di Kunyang. Tapi kali ini saya tidak menemukan rumah dengan poster itu. Saya putar-putar sampai berkeringat juga tidak ketemu. Ingin bertanya kepada orang-orang sekitar, tapi saya tidak tau nama jalan dan nomor rumah saya, serta susah sekali bertanya dalam mandarin. Saya ingin kembali ke jalan raya dan memulai lagi dengan belokan yang benar. Tapi sialnya saya juga lupa arah jalan raya karena sudah banyak sekali putar-putar. Akhirnya saya menyapa seorang bapak-bapak untuk bertanya kemana arah jalan besar, Alhamdulillah sekali dia bisa&lt;i&gt; english&lt;/i&gt;. Dia sangat ramah, tak hanya menunjukkan jalan besar tapi dia akan membantu saya menelpon kawan serumah dengan saya untuk menanyakan alamat saya. Kawan saya tak bisa &lt;i&gt;english&lt;/i&gt;, jadi bapak itu dapat membantu saya menelponnya. Tapi sayangnya HP-nya tidak aktif.&lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Mr. Marr selalu berpesan kalau saya kesasar silahkan telepon dia. Sebenarnya saya segan dan tak ingin terlalu merepotkan orang sebaik dia. Tapi tak ada pilihan lain, akhirnya saya menelponnya dan menanyakan alamat rumah saya. Bapak yang tadi pun mengantarkan saya ke alamat itu.  &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Ketika sampai di pintu rumah saya, saya berkata bahwa saya sudah 3 kali melewati rumah ini tapi bukan ini rumah saya, rumah saya ada poster wanita memakai baju senam. Bapak itu menyuruh saya membuka pintu itu dengan kunci yang saya pegang. Ternyata terbuka dan benar itu rumah saya. Ternyata poster yang sebelumnya saya lihat telah diganti dengan kertas dengan tulisan-tulisan Cina. Benar-benar memalukan. Ya maklum juga saya keluar sendiri dari rumah menuju jalan raya baru 1 kali seorang diri, sebelumnya dengan Mr. Marr ataupun teman saya Maxine.   &lt;/div&gt;&lt;div style="margin-bottom: 0in;"&gt;Banyak lainnya kekonyolan-kekonyolan yang telah saya lakukan di stasiun, di masjid, di toko, ya wajarlah karena budaya dan teknologi yang kita punya berbeda dengan mereka. Ada juga beberapa tempat yang membuat saya muntah melewatinya. Baru 2 hari saja saya di sini, tambah 1 hari dalam perjalanan sungguh membuat saya kangen rumah, kangen makanan Aceh, apalagi 2 bulan ke depan, bahkan melewati bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Tapi saya sungguh menikmati semua ini. Di sini banyak kesulitan, tapi pengalaman yang indah juga banyak. Saya bersyukur melewati semua ini. Dan buat teman-teman semua jangan takut, jangan menyerah, kesulitan saat ini akan menjadi sesuatu yang sangat indah untuk dikenang nantinya, nasehat dari Dr. Said Munzir M.Eng (dosen saya).&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-5184667870755838010?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/5184667870755838010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=5184667870755838010' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/5184667870755838010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/5184667870755838010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2010/07/second-day-in-taiwan.html' title='The Second Day in Taiwan'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TE6nMmymv9I/AAAAAAAAAE0/Is4CuyUt3Kc/s72-c/IMG_0039.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-4814823284756389870</id><published>2010-07-25T08:29:00.000-07:00</published><updated>2011-01-24T23:57:30.569-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Experience'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taiwan'/><title type='text'>The First Day in Taipei, Taiwan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TE6sQRViR2I/AAAAAAAAAFE/Jj2d8IFKmkA/s1600/IMG_0769.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498521590597568354" src="http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TE6sQRViR2I/AAAAAAAAAFE/Jj2d8IFKmkA/s320/IMG_0769.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 240px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;Mendapatkan kesempatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;internship &lt;/span&gt;(magang) di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Institute of Information Science, Academia Sinica,&lt;/span&gt; Taipei, Taiwan merupakan hal yang  sangat saya nantikan. Ini impian saya sejak 1 tahun yang lalu ketika melihat 2 orang senior  mendapatkan kesempatan ini. Alhamdulillah berkat dukungan dari orang-orang terdekat, dengan berusaha sungguh-sungguh, dan berdoa, serta berkat rekomendasi dari pembimbing saya: Dr. Taufik Fuadi Abidin, saya menjadi salah satu dari 2 orang mahasiswa Matematika FMIPA Unsyiah yang mendapatkan kesempatan  magang di Sinica.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermodalkan cerita-cerita pengalaman senior saya, membuat saya semangat dan sangat berani untuk hidup di Taiwan. Ditambah lagi saya sudah sering bergaul dengan beberapa mahasiswa Taiwan yang datang ke Aceh untuk menjadi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;E-mate IT Volunteers&lt;/span&gt; disetiap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;summer&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan teman saya ditempatkan di asrama yang berbeda. Asrama saya sangat jauh dari kantor, menggunakan bus sekitar 20 menit, kemudian jalan kaki sekitar 10 menit. Asrama saya ini  khusus  untuk perempuan, tapi teman-teman di sini tidak bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;english&lt;/span&gt;, termasuk pemiliknya, dan tak ada muslim 1 orang pun. Sangat sulit untuk berkomunikasi dengan mereka. Tapi ada satu orang gadis, namanya Maxine, dia bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;english&lt;/span&gt; sedikit-sedikit. Bermodalkan mandarin yang sebenarnya belum siap pakai, saya mencoba berkomunikasi dengan Maxine. Maxine sangat ramah, dia terus berbicara dengan saya walaupun untuk mengatakan 1 kalimat kami menghabiskan waktu yang sangat panjang. Bahkan dia tidak segan-segan menarik saya ke tempat yang dapat mengilustrasikan hal yang ingin dia katakan. Maxine juga sering membawa laptop ke kamar saya untuk menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traslate google &lt;/span&gt;sebagai media berkomunikasi. Maxine lah yang menjelaskan bagaimana menggunakan fasilitas-fasilitas asrama kepada saya. Gadis manis ini dapat membuat saya nyaman tinggal di tempat asing ini. Terimakasi Maxine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini juga tidak ada dapur untuk memasak, benar-benar di luar dugaan saya. Saya telah berniat untuk memasak sendiri karena disini sangat sulit menemukan makanan halal, kalaupun ada yang untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;vegetarian&lt;/span&gt;, rasanya tidak cocok di lidah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama, Mr. Marr, asisten prof kami, menjemput kami dengan mobilnya untuk mengajari kami bagaimana cara menaiki bus dan MRT (kereta bawa tanah), pergi ke Mesjid, Carefour, rumah makan Indonesia, dll. Dia mengajari kami banyak hal dengan tidak bosan-bosannya sampai kami benar-benar mengerti. Apalagi saya sangat sulit untuk mengingat lokasi jika melewatinya masih kurang dari 10 kali. Jadi untuk besok, hari pertama masuk kantor, Mr. Marr akan menjemput saya dan sama-sama menaiki bus menuju kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini saja pengalaman saya untuk hari pertama di Taiwan, semoga tidak bosan membaca pengalaman saya selanjutnya. Walaupun saya tidak pandai menulis cerita, tapi baik buruk pengalaman itu perlu di&lt;i&gt;-share &lt;/i&gt;kepada &lt;i&gt;junior-junior &lt;/i&gt;ataupun teman-teman sekalian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-4814823284756389870?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/4814823284756389870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=4814823284756389870' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/4814823284756389870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/4814823284756389870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2010/07/first-time-in-taipei.html' title='The First Day in Taipei, Taiwan'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_pnZYayaLTjE/TE6sQRViR2I/AAAAAAAAAFE/Jj2d8IFKmkA/s72-c/IMG_0769.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-210531885700499396</id><published>2008-12-10T21:38:00.000-08:00</published><updated>2009-12-17T02:19:11.898-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur'/><title type='text'>Hilangkan Budaya Konsumtif, Kembangkan Budaya Produktif</title><content type='html'>Jika ada perlombaan masyarakat negara mana yang dapat menghasilkan uang terbanyak perhari, mungkin Indonesia kalah. Tapi jika ada perlombaan masyarakat negara mana yang tercepat dapat menghabiskankan uang, Indonesia tentu masuk ke dalam grandfinal. Tidak perlu tertawa dan bangga, ini adalah sesuatu yang menyedihkan. Masyarakat Indonesia sangatlah konsumtif, tapi malas sekali memproduksi. Itu terbukti dengan banyaknya produk impor di pasar Indonesia yang laku keras. Dan kita malah bangga dengan bertambahnya merk-merk dunia itu ke negara kita, padahal mereka sedang menguras kekayaan kita dan membuat kita semakin malas untuk menjadi produktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sekarang ini layaknya pasar dunia, semua barang laku disini. Semua negara maju berlomba-lomba menjual produknya ke Indonesia. &lt;span class="fullpost"&gt; Dulu, saat saya masih kecil, saya juga bangga dengan produk-produk luar negeri yang masuk ke negara Indonesia tercinta ini. Tapi kini saya sungguh geram ketika sadar mereka sedang mengeruk harta kita. Mudah-mudahan kita semua cepat menyadari, walupun sudah bisa dikatakan terlambat, yang penting jangan tersadar ketika film ini tamat, "The End Of Indonesia yang Kaya Raya", Na'udzubillahi min dzalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-temanku yang masih tidur, bangunlah, kita juga bisa menciptakan produk-produk yang laku keras dan bahkan bisa kita expor ke luar negri. Kita juga bisa menciptakan produk-produk yang membanggakan dan dapat menyelamatkan negara ini dari kebangkrutan. Temanku, sadarilah betapa banyak sumber rezeki yang Allah berikan untuk Indonesia yang mulia ini. Lihatlah betapa luas lautan kita, yang salah satu penghasilannya adalah garam, tapi hari ini kita pun perlu mengimpor garam dari negara lain. Betapa luas lahan pertanian kita, tapi kita pun perlu mengimpor beras, gula, gandum, jagung, dan lain-lain. Betapa luas sumber daya alam yang kita punya, tapi kita buang saja secara mubazir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai masyarakat kita mau menahan nafsu untuk membelanjakan uangnya dan menjadikan uang tersebut sebagai modal usaha, tentu Indonesia akan dapat keluar dari lilitan hutangnya. Memang ada para entrepreneur Indonesia yang telah melakukan hal ini, saya sangat bangga dengan mereka, dan kita harus ikut jejak mereka. Kita harus merubah budaya konsumtif menjadi budaya produktif. Ketika punya uang, janganlah berpikir untuk menghabiskannya dengan berbelanja, tapi bersabar untuk melipatgandakan uang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-210531885700499396?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/210531885700499396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=210531885700499396' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/210531885700499396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/210531885700499396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2008/12/hilangkan-budaya-konsumtif-kembangkan.html' title='Hilangkan Budaya Konsumtif, Kembangkan Budaya Produktif'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-7568950674225027092</id><published>2008-12-10T21:37:00.000-08:00</published><updated>2009-12-17T02:05:19.899-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur'/><title type='text'>Menjadi Entrepreneur karena Niat, bukan Keberuntungan</title><content type='html'>Sungguh salah jika ada orang yang berpikir mereka yang telah menjadi entrepreneur(pengusaha) sukses itu karena keberuntungan hidupnya, sedangkan orang yang gagal sudah memang nasibnya malang. Sungguh pemikiran orang yang bodoh lagi mabuk. Padahal Allah telah menurunkan begitu banyak rezeki ke dunia ini, hanya kita saja yang malas mencarinya, malas mengambilnya, dan malas melewati proses-proses pengambilan yang benar. Allah berfirman: "Allah tidak akan mengubah nasib suata kaum, sehingga mereka mau mengubah nasibnya sendiri". Jadi, tidak ada orang yang bernasib malang, mereka saja yang tidak mau berusaha dan selalu berpikir pesimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika kita sudah berusaha semaksimal mungkin tapi belum juga sukses, itu baru bisa dikatakan cobaan Allah.&lt;span class="fullpost"&gt; Seorang hamba ketika mendapatkan cobaan haruslah sabar dan ikhlas untuk melewati ujian ketaqwaan, kemudian berusaha kembali mewujudkan kesuksesannya. Untuk mencapai kesuksesan memang tidak semudah menggelengkan kepala, menggoyangkan kaki, dan tidak semudah membalikkan telapak tangan seperti yang sering kita dengar. Jika kita membaca kisah sukses para entrepreneur Indonesia maupun  dunia, seperti: Roman Abramovich (pemilik club bola Chelsea), Donald Trump (pebisnis property), Bill Gate (pemilik Microsoft), mereka mencapainya dengan bersusah payah terlebih dahulu, tidak mengenal putus asa, ada yang memulainya dengan penghinaan dari orang-orang sekitar, dan setelah melewati perjuangan yang panjang dengan kucuran keringat dan derai air mata, kini baru mereka menikmati kesuksesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bagi kita yang belum sukses, coba tanyakan pada diri kita, "apakah kita sudah benar-benar berusaha dan apakah ketika gagal kita putus asa dan berhenti berusaha?" Jika kita belum berusaha semaksimal mungkin dan cepat putus asa, apakah kita termasuk orang yang kurang beruntung? Tentu tidak. So, jika kita benar-benar ingin menjadi entrepreneur sukses, bulatkan niat, berusaha sekuat tenaga, pantang menyerah, optimis, sabar, dan keberuntungan pastilah menjadi milik kita, milik orang-orang yang berniat serta berusaha sungguh-sungguh. Tidak ada jalan yang instan, yang harus kita lakukan adalah meminimalisirkan hambatan-hambatan agar perjalanan kita mulus menuju kesuksesan, begitulah duhai teman-temanku.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-7568950674225027092?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/7568950674225027092/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=7568950674225027092' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/7568950674225027092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/7568950674225027092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2008/12/menjadi-entrepreneur-karena-niat-bukan.html' title='Menjadi Entrepreneur karena Niat, bukan Keberuntungan'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5086586435704026508.post-1945395800199444883</id><published>2008-12-10T21:32:00.000-08:00</published><updated>2009-05-04T22:48:24.228-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Entrepreneur'/><title type='text'>Setiap Orang Berbakat Jadi Pengusaha</title><content type='html'>Banyak orang berpikir bahwa menjadi pengusaha adalah bakat yang hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja. Padahal faktanya tidak demikian. Menjadi pelukis kita butuh bakat melukis, menjadi koki kita harus mempunyai bakat memasak, menjadi atlet kita juga harus memiliki bakat pada salah satu bidang olah raga. Tetapi menjadi pengusaha, tidak perlu memiliki bakat untuk menjual produk seperti sales karena pengusaha berbeda dengan sales.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak saja kamu ngomong, kalau tidak bisa menjual bagaimana seorang pengusaha menjual produknya?" Mungkin itu komentar yang ada dibenak para pembaca untuk saya.&lt;span class="fullpost"&gt; Yah, saya akan menjelaskan maksud saya. Keahlian dalam suatu bidang tidak semua orang memilikinya, oleh karena itu manusia disebut makhuk sosial yang bergantung antara yang satu dengan yang lain. Seorang pengusaha bisa membeli keahlian, itulah hebatnya orang yang berjiwa pengusaha. Contohnya, jika seorang mau membuka restoran tapi dia tidak bisa memasak, maka dia dapat mempekerjakan para koki. Jika seorang ingin membuka salon kecantikan, padahal dia sama sekali tidak mengerti masalah perawatan kecantikan, maka dia dapat mempekerjakan orang-orang yang mengerti dibidang itu yang sekarang masih menganggur tak jelas hidupnya. Begitu pula orang yang tidak berbakat menjual produknya, tentu saja dapat mempekerjakan masyarakat yang masih luntang-lantung hidupnya karena  sempitnya lapangan pekerjaan. Sebenarnya masyarakat kita banyak sekali yang berbakat menjadi sales, cuma masyarakat kita masih gengsi untuk pekerjaan sebagais sales ini. Mereka lebih memilih nganggur sambil menunggu lulus PNS daripada menjadi sales yang lebih menjanjikan ini, jika mereka mau berpikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca, betapa banyak jasa seorang pengusaha dalam membantu menciptakan lapangan pekerjaan. Tapi kenapa masih banyak orang yang takut, malas, pesimis, dan merasa tidak berbakat jadi pengusaha. Mulai sekarang bercita-citalah menjadi seorang pengusaha sukses yang akan menolong banyak orang dengan membuka lapangan pekerjaan karena kita semua berbakat jadi pengusaha. Semua keahlian bisa dibeli dengan uang, kita bisa beli keahlian  dokter, pengacara, kosultan, koki, manager, dan lain-lain dengan uang. Mengenai bagaimana mendapatkan uang dan bagai mana memulai menjadi pengusaha akan saya bahas pada posting yang lainnya. Yang penting sekarang kita semua harus yakin, sekali lagi "Setiap orang berbakat jadi pengusaha".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5086586435704026508-1945395800199444883?l=laina-farsiah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/feeds/1945395800199444883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5086586435704026508&amp;postID=1945395800199444883' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/1945395800199444883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5086586435704026508/posts/default/1945395800199444883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://laina-farsiah.blogspot.com/2008/12/setiap-orang-berbakat-jadi-pengusaha.html' title='Setiap Orang Berbakat Jadi Pengusaha'/><author><name>Laina Farsiah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12682409679722061208</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/-xW8QVim0jNQ/TZVRhiOTwUI/AAAAAAAAAKM/-318gAO0AsA/s220/IMG_0220.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
